This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sunday, January 29, 2017

Wawali Hermansyah Minta Musrenbang Jabarkan Visi Misinya (Sumber: http://www.kalimantanpost.com)


Banjarmasin, KP – Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan Daerah (Barenlitbangda) Kota Banjarmasin menyelenggarakan Sosialisasi Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Banjarmasin Tahun 2018 di Aula Kayuh Baimbai Pemko Banjarmasin, Kamis (19/1) .
RKPD yang dilaksanakan untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Tahunan yang lebih dikenal sebagai Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
Bahkan dalam setiap penyusunan dokumen rencana pembangunan memerlukan koordinasi antar instansi pemerintah dan partisipasi seluruh pelaku pembangunan melalui mekanisme Musrenbang mulai dari tingkat RT/RW, Kelurahan, Kecamatan sampai dengan Kota. Musrenbang berfungsi sebagai forum untuk menghasilkan kesepakatan antara pelaku pembangunan tentang rancangan RKPD, yang menitikberatkan pada sinkronisasi rencana kerja antar SKPD dan antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat agar tujuan dan sasaran yang telah diamanatkan dalam visi dan misi daerah dapat dicapai sesuai rencana yang telah ditentukan.
Kemudian, agar pelaksanaan masing-masing tahapan Musrenbang di Kota Banjarmasin dapat berjalan dengan baik, maka disusun pedoman yang lebih teknis untuk pelaksanaan kegiatan dimaksud di tingkat RT/RW, Kelurahan, Kecamatan dan Forum SKPD.
Hadir dalam kegiatan Musrenbang Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, Kepala Barenlitbangda Kota Banjarmasin Ir Sugito MT, narasumber dari Kementerian Dalam Negeri RI Muhammad Samsurizal Muttaqien, SE dan Fajar Tejo Nurwantoro SSTP, Sekretaris SKPD, Sekretaris Kecamatan, Lurah dan Kasi Ekobang di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah menyampaikan bahwa sosialisasi ini penting dan momentum membuat kegiatan berdasarkan perencanaan.
Dalam hal ini kelurahan merupakan ujung tombak karena berhadapan langsung dengan masyarakat.
“Mari kita susun, kita rencanakan program-program, visi dan misi walikota dan wakil walikota. Kita sepakati dan sudah ditunjang dengan anggaran. Organisasi Perangkat Daerah sudah dibentuk sehingga kegiatan pembangunan sudah bisa dilaksanakan,’’ ujar Hermansyah.
Kegiatan sosialisasi pelaksanaan Musrenbang Banjarmasin mendatangkan narasumber dari Dirjend Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Muhammad Samsurizal Muttaqien, SE menyampaikan materi Tahapan dan Tata Cara Penyususnan RKPD. Sedangkan Fajar Tejo Nurwantoro SSTP menyampaikan materi Mekanisme Musrenbang dan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah. (vin/K-5)

Sunday, October 6, 2013

Sunday, August 4, 2013

Buka Bersama dan Santunan Praja IPDN Asal Bekasi

Thursday, August 1, 2013

GRASS ROOT UNDERSTANDING

Grass root understanding adalah suatu istilah yang pertama kali saya dengar dari sebuah video tedx yang menampilkan presentasi seorang motivator sekaligus rector universitas paramadina yakni bapak anis baswedan, yang menjelaskan tentang program Indonesia mengajar.

Istilah tersebut, sangat menarik perhatian saya sebagai seorang praja ipdn. Menurut saya istilah grass root undersatnding mengandung arti yang sangat mendalam, khususnya dalam pendidikan seorang pemimpin saat ini. Istilah tersebut sangat erat kaitannya dengan bagaimana seharusnya sikap dan karakter seorang pemimpin di era demokrasi saat ini.

Grass root adalah istilah berbahasa inggris yang artinya akar rumput. Sementara understanding artinya adalah pemahaman. Grass root (akar rumput) yang kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari adalah merupakan salah satu bagian dari tanaman rumput. Menurut pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesi, rumput berarti tumbuhan jenis ilalang yang berbatang kecil, banyak jenisnya, batangnya beruas, daunnya sempit panjang, bunganya berbentuk bulir dan buahnya berupa biji-bijian Akar rumput dalam pengertian ini digunakan untuk menggambarkan suatu lapisan masyarakat yang berada paling bawah, yang merasakan dan bersentuhan langsung dengan kehidupan yang sulit.

Inilah yang menjadi focus pada setiap orde pemerintahan, yakni mengentaskan kemiskinan. Sesuai dengan cita-cita bangsa idonesia yang tertuang dalam pembukaan undang-undang dasar 1945 yakni mensejahterakan rakyat. Focus pengentasan kemiskinan ini selalu kepada masyrakat yang berada dalam lapisan paling bawah, karena pada lapisan inilah masalah kemiskinan berada dan masih nyaman bersemayam di setiap individu masyrakat ini.

Pengentasan kemiskinan hanya dapat dicapai jika pemerintahan yang ada memahami dan berpihak kepada masyarakat kecil. Oleh karena itu kita membutuhkan apa yag disebut Grass Root Understanding. Pemahaman kepada masyarakat kecil tidak bisa hanya dengan membaca artikel, kajian, atau berita yang terjadi mengenai kondisi mereka. Akan tetapi kita harus mau turun kelapangan dan berkomunikasi secara nonformal kepada masyarakat kecil. Memahami kondisi masyarakat kecil perlu dilakukan bahkan ini menjadi factor utama keberhasilan suatu program pengentasan kemiskinan. Dengan memahami mereka kita kan tau apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyrakat kecil dan apa penyebab mereka menjadi miskin.

Perilaku, kebiasaan dan gaya bahasa umumnya berbeda, karena dipengaruhi oleh pergaulan, kondisi ekonomi dan tingkat pendidikan. Maka perlu kemampuan dan keahlian tersendiri ketika pemerintah berusaha memahami dan memasuki kehidupan masyrakat kecil itu sendiri.

Sesungguhnya cara yang paling ampuh untuk memahami kondisi masyarakat kecil adalah seorang pemimpin yang pernah merasakan menjadi seperti mereka dan besar dilingkungan masyarakat kecil. Karena hanya pemimpin yang berasal dari kepahitan dan kesulitan masyarakat kecil lah yang murni mampu memiliki rasa emosional dan simpati yang tinggi terhadap kondisi masyrakat kecil.

Namun cara lain untuk memahami kondisi masyarakat kecil adalah dengan menerapkan pola hidup sederhana. Seorang pemimpin pemerintahan tidak boleh terlihat bermewah-mewahan. Sikap sederahan dapat diasah dengan membiasakan menggunakan barang-barang hasil kerajinan masyarakat, makan makanan kaki lima, jalan kepasar, menggunakan sarana dan transportasi umum dll. Karena hanya dengan melakukan hal demikian lah kita dapat turut merasakan apa yang masyarakat kecil rasakan.


Negara ini butuh seorang Pemimpin pemerintahan yang dilandaskan dengan grassroot understanding. Kejayaan dan kemakmuran bangsa ini tergantung dari ketaatan kepada allah swt, hati nurani dan ketulusan mengabdi para pemimpinnya. Kita tidak dilarang untuk menjadi kaya, namun harus sportif hasil kekayaan itu kita dapat dari mana, dan ketika kita menjadi kaya jangan lupa kepada masyarakat kecil. 
                           
              
                                                                                                                              Fajar Tejo Nuswantoro

Saturday, June 29, 2013

MINAT DALAM PENELITIAN

MINAT

A.    Minat itu karena:

       1.     Ransangan
a.     Bacaan
b.    Diskusi
c.     Seminar
d.    Pengamatan

Jadi titik tolaknya adalah pada :
a.     Kepekaan dan
b.    Minat        
c.     Yang ditopang oleh akal sehat

B.    Konsep dan Fakta
1.     Konsep
Di ilmu social tingkat abstraksinya tinggi sehingga perlu dibuatkan Definisi Operasional dengan indikatornya.
a.       Abstraksi dari fakta-fakta
b.      Konstruksi logis yang dibentuk dari kesan indra
c.       Abstraksi dari observasi yang konkrit
Konsep ada dua jenis
1)     Yang jelas hubungannya dengan relaita
2)     Yang banyakdiamati dalam penelitian social dan tiak mudah menghubungkan dengan fnommena yang ada
Jadi yang tingkat abstraksnya tinggi da nada yang tingkat abstaksinya rendah
Misalnya konsep tentang :
Ø  Kenakalan remaja
Ø  Disiplin pegawai

2.     Fakta
Observasi empiris

3.     Proposisi
    Suatu pernyataan yang menuntut suatu pengujian mengenai hubungan diantara konsep (hubungan yang logis antara 2 konsep). Biasanya orang yang melakukan penilitian berdasakan teori tertentu

4.     Definisi Operasional
      Menterejemahkan konsep ke dalam “bahasa penelitian ke dalam bahasa penelitian” sedemikian rupa (dalam bentuk yang konkrit) sehingga mudah diteliti.
      Contoh :
     “ perebutan kursi bupati, definisi kursi masih abstrak, sehingga perlu dibuatkan definisi tentang kursi dalam kasus ini, dibuatkan definisi konseptual.
Istilah lain dengan  masksud yang sama
a.     Operasionalisasi konsep

5.     Pentingnya Definisi Operasional
Ada 5
a.     Terutama merumuskan alat/ isntrumen pengumpulan kerja
b.    Menterjmahkan konsep yang abstrak ke dunia empiris sehingga dapat dilakukan pengukuran

6.     Standarisasi Pengukuran

7.     Validity Dan Reability
     Dua hal ini punya keterkaitan dengan ukuran, apa yang hendak diukur dan cara mengukurnya. Kedua istilah kaitannya satu dengan yang lain sangat erat (ibarat uang koin)
a.     Validity (kesahihan)
Berlaku keadaan sah berkaitan dengan apa yang hendak diukur
  
Contoh :
Ø  Saya mau mengukur panjang dan lebar White board, maka saya harus mengukur white boardnya, bukan bayangannya atau laitainya, harus objeknya yang kita ukur.
Ø  Harus mengukur dengan alat yang tepat, seperti menggunakan meteran dengan ukuran yang dapat terpercaya. Ukurannya realiable bias dipercaya.

Suatu alat ukur dianggap valid kalau mengukur apa yang hendak diukur.

Kalau kita belajar metode penilitian semua mempunyai keterkaitan dengan materi sebelumnya.

1.     Teknik Pengumpulan Data

Ø  Tujuan utamanya adalah bagaimana mendapatkan data yang akurat (data yang sesuai   dengan kondisi yang sesungguhnya, data yang apa adanya)
Ø  Memperhitungkan waktu, biaya, alat, perlengkapan, kemampuan teoritis penguasaan metode dan sumber daya lainnya yang tersedia
Ø  Etika penelitian
Adakala peneliti dalam turun kelapangan tidak memperhatikan etika dengan mengisis sendiri form pertanyaan yang seharusnya diisi oleh responden. Data yang dibuat-buat. Bahwa kita kalau peniliti harus jujur dan kritis.

2.     Observasi

Proses pengamatan atas fenomena dan kejadian tertentu. Jenis observasi berdasarkan sifat interaksi peneliti dengan informan atau responden. Informan adalah sesorang yang ditanya tentang pihak ketiga. Responden adalah sesorang yang ditanya tentang dirinya sendiri

Ø Observasi partisipasi-kelemahan going native
Peneliti yang melakukan pengamatan itu terlibat dalam kegiatan dari objek yang dia amati.
Ciri khasnya yang lain adalah identitas yang sesungguhnya dari pengamat, tidak diketahui oleh orang/kelompok yang diamati. Mungkin orang lain tau nama, namun dia tidak tahu aktivitas yang si peneliti lakukan. Seperti intel.
kelemahan going native, adalah posisi si pengamat bisa jadi lupa diri atau terbawa dengan lingkungan. Terbawa secara emosional dan menyebabkan lupa diri. Seharusnya peneliti itu netral.
Kelebihannya, mengetahui objek secara mendalam

Ø   Partispasi terbatas
Contoh : objek orang/masyarakat tahu kalau kita peneliti, dan kita juga terlibat kedalam kegiatannya.
Ø   Observasi terbatas
Ø   Observasi-kelamahan ethnocentrism
Pemahaman tentang suatu peristiwa dan perilaku itu terbatas.

3.     Wawancara
Proses interaksi dan komunikasi antara pewancara dengan orang yang diwawancarai) > beberapa unsur yang berpera
a.     Ada pewawancara
b.    Ada responden/informan
c.     Daftar pertanyaan/ pedoman wawancara
d.    Rapport (suasana lancar dan harmonis dalam wawancara)-perhatikan penampilan yang sesuai dengan situasi kondisi
e.     Wawancara lisan (dapat digunakan schedule, pedoman wawancara (interview quide pada wawancara bebas, via telepon, alat perekam dsb.
f.     Wawancara tertulis (daftar pertanyaan/isian angket-dapat mempersingkat waktu-namun kelemahannya bias bukan objek langsung yangn mengisi)
g.    Baik lisan maupun tertulis dapat diajukan dalam bentuk

1)     berstruktur- memilki pola jawaban
dalam segi pengolahan data lebih mudah. Dan mudah melakukan pengukuran
2)     tidak berstruktur- tidak memilki pola jawaban
anjuranya dipakai ketika pertanyaan yang jawabannya angka-angka. Contoh : pertanyaan tentang umur, penghasilan, jumlah anak, dll
3)     semi setengah berstruktur-

4.     Daftar Pertanyaan
a.     Schedule
dipegang oleh peneliti, dapat dijelaskan langsung oleh peneliti
b.    Questioner
Dipegang oleh responden
Kelebihannya cepat, namun kelemahannya bias jadi bukan objek yang mengisi
c.     Pedoman wawancara
Apa jawaban responden atau informan, dikembangkan sendir. Kelemahannya jika pewawancara tidak punya wawasan maka akan sulit. Ini biasanya digunakan oleh watarwan
d.    Angket
Biasa digunakan oleh perusahaan, pertanyaan tentang perasaan dalam penggunaan barang atau produk perusahaan

5.     FGD (Focus Group Discussion)
Diskusi kelompok secara terfokus.
Pendekatan EMIK : pendekatan yang dipakai untuk memperoleh informasi sesuai dengan sudut pandang masyarakat
INTINYA > kita belajar mendengarkan dan memahami pendapat dan pemikiran masyarakat melihat suatu permasalahan. Sangat cocok dipakai di jurusan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan yang dipakai pendekata partisipatoris.

Persiapannya :
Ø   Ada pemandu/moderator (orang yang punya kemampuan menggali gagasan, informasi peserta diskusi-jumlah 1 atau 2 orang)
Ø   Pemimpin/pemandu diskusi (moderator) harus orang yang menguasai masalah yang akan didiskusikan dan memilki perbendaharaan kata yang memadai
Ø   Kompisisi kelompok, bedasrkan kelas social, pengalaman hidup, status pemakai, budaya, umur dll
Ø   Jumlah setiap kelompok harus ganjil, sebaiknya 7/9 orang
Ø   Pemilihan tempat, mudah dikunjungi mendatangkan rasa aman bagi peserta, pembicaraan mudah didengar, nyaman, lingkungan netral, missal dimesjid
Ø   Keladaan pelaksanaan, hindari penempatan tempat duduk menunjukan status, tidak terlalu formal, jangan menggurui, jarak yang sama dengan semua responden and bias melihat dengan jelas
Ø   Pemilihan waktu yang tepat (sesuaikan dengan sikon responden)
Ø   Lama diskusi (tergantung kebutuhan biasanya antara 1 atau 2 jam

JENIS PENELITIAN


A.    Penelitian dapat diklasifikasikan berdasar pada :
1.       Tujuan penelitian
Penelitian dibedakan menjadi :
a.         Ekspolratif (exploratory research)
Mendalami topic baru eksplorasi. Disini mendalai topic yang baru. Akan tetapi dasar pengetahuan disini masih sangat sedikit. Sehinga yang harus melakukan adalah penilit pemula. Dia mengeksplore dan menggali banyak-banyak karena dasr pengetahuannya masih kurang
Ø   Menjadikan sebuah topic yang baru lebih dikenal masy. Luas
Ø   Mengembangkan gambaran dasar mengenai topic yang sedang dibahas
Ø   Menggeneralisasi beberapa gagasan dan mengembangkan teori yang bersifat tentative
Ø   Sudah ada hipotesa dan dibuat harus berbeda dengan mahasiswa dengan yang bukan mahasiswa

b.        Deskriptif
Dasar pengetahuan penilitian lebih diatas. Menggambarkan fenomena realitas sosial. Dengan sendirinya dasar pengetahuan sediikit lebih meningkat
Ø   Mengambarkan sebuah verbal maupun numerical
Ø   Menghubungkan topic-topik
Ø   Menjelaskan secara akurat
Ø   Memberikan gambaran memmang adanya perbedaan tuntuntan ilmiah pada jenis penilitian
c.         Uji

2.       Manfaat penelitian
3.       Dimensi waktu
4.       Teknik pengumpulan data

B.    Klasisfikasi Berdasarkan Manfaat :

1.     Penelitian Murni
     Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Penelitian yang memiliki orientasi akademis dan ilmu pengetahuan. Penelitian murni mafaatnya untuk pengembangan ilmu
Perbandingan :
Ø   Penelitian diadakan untuk kepuasn penilti
Ø   Bebas memilih permasalahn
Ø   Bedarakan norma absolut peneiltian

2.     Penelitian Terapan
    Jika ada proyek didaearah akademisi measuk sebagai tim, berkaitan dengan hal yang pragmatis. Disini teori bukan hal yang utama karena lebih kepada ilmu terapan. Tujuan utamanya itu prkatis, dan dapat digunakan oleh sponsor.
      Mengapa pemda lebih cenderung meminta akademisi untuk meneliti suatu daerah ? karena akdemisi cenderung lebih netral dan lebih terbuka mengungkapkan kebenaran yanga ada. Dibandingkan meminta pihak bappeda yang meneliti karena tidak objektif dan terbuka.
Perbandingan :
Ø   Tergantung sponsor, kedudukannya berada diluar disiplin ilmu
Ø   Penelitian diadakan berdasarkan tuntutan dari pemebri sponsor
Ø   Sponsor diberkan bedasrkan manfaat yang diperoleh setelah penilitan yang dilakukan
  
C.    Klasifikasi Bedasrkan Waktu
Penelitian perkembangan  ddengan tujuan menyelidiki pola dan perurutan pertumbuhan dan atau perubahan sebagai fungsi waktu

1.     Cross Sectional
     Contohnya jika ingin meniliti perkembangan gizi seorang anak, digolongkan bedarkan golongan umur dan diteliti masing-masing. Dan setiap golongan umur memiliki hasil. Umu kelompok 1 tahun, 2 tahun, dts. Peliti biasanya cenderung lebih banyak mengunakan metode ini.
      Pengambilan sample dari berbagai keompok umur (waktu lebih singkat) mengukur sifat-sifat.
Kelemahannya :
Ø  Subejk lebih banyak
Jika dibandingkan dengan longitudinal, subjeknya lebih sedikit
Ø  Lebih murah dan lebih cepat krena waktu yang panjang diganti dengan sample dari berbagai kelompok umur.
Longitudinal biayanya banyak
Ø  Sampling rumit, responden yang sama tidak terlibat dalam berbagai kelompok umur da nada kemungkinan tidak dapat dibandingkan

2.     Longitudinal
Kelompok anak nol-sampai 5/4 tahun diteliti sejak lahirnya sampai usia tertentu, hal ini memerlukan waktu yang lama karena berfokus kepada satu anak (obejek). Ada durasi jangka waktu tertentu, baisanya pada durasi yang berbeda-beda.
Kelemahan :
Ø   Terbatas subjek yang diikuti untuk waktu yang lama
Ø   Berbagai factor akan banyak berpengaruh
Ø   Sekali dimulai tidak memungkinkan perbaikan tanpa kehilangan kontiunitas metode
Ø   Menuntut kontiunitas staf/ peneliti dan biaya untuk waktu yang panjang/ lama
Biasanya digunakan pada ekskata, farmasi yang membutuhkan ketelitian dan syarat-syarat dan kondisi tertentu. Jika kondisi tidak terpenuhi maka harus mengulang dari awal. Longitudinal terdiri dari :

3.     Studi kecenderungan
    Menentukan pola perubahan dimasa lampau agar dapat meramalkan pola dan kondisi masyang yang akan adatang


D.    Rancangan Penelitian
Ada kaitannya dengan teknik pengumpulan data. Teknik pengumpulan data terdiri dari berbagai teknik, intinya mendapatkan data yang akurat. Data yang akurat adalah data yang sesuai dengan kondisi riil dan sesugguhnya, bukan data yang dibuat-dibuat.
Dan ketika kita memilih teknik pengumpulan data yang aka kita gunakan maka yang harus diperhatikan, waktu, Biaya, alat yang digunakan, kemampuan teoritis, penguasaan metode (Harus mengusai betul metode yang digunakan) dan sumber daya lainnya yang tersedia.  Kemudia yang harus diperhatikan adalah etika penelitian, misal menggunakan daftar pertanyaan dilapangan diisi sendiri oleh peneliti sendiri, dan ini tidak boleh dan tidak etis. Ini sangat perlu diperhatikan
1)       Ada kaitannya dengan operasional (definisi konseptual+indicator) contohnya :
·         Disiplin     :
definisi konseptual tentang displin, misalnya disiplin adalah ketaatan terhadap aturan formal yang berlaku
·         PNS                      :
·         Maka harus diperhatikan aturan formal yang berlaku di PNS. Contohnya adalah,
Dari segi waktu
Ø  Masuk kantor   : Jam 7.30
Ø  Jam istirahat    : Jam 12.00-13.00
Ø  Jam pulang      : Jam 16.00
Dari segi berpakaian
Ø  Senin              : PDH
Ø  Selasa dst       : PDL
Akumulasi Dari Semua Hal Diatas Itu Dinamakan DISPLIN
Jika ingin membuat pertanyaan jangan menanyakan kepada sesorang apakah dia disiplin (karena jawabannya pasti dia displin). Yang kita lakukan adalah harus membuat definisi konseptual tentang displin, misalnya disiplin adalah ketaatan terhadap aturan formal yang berlaku

2)       Langkah kedua (Pedoman dalam mengkonstruksi daftar pertanyaan)
·         Mencatat satu persatu data apa yang harus dimasukan dalam daftar pertanyaa (dapat diperoleh berdasarkan hipotesa/rumusan masalah)
·         Bagaimana menentukan urutan pertanyaan
Memasukan daftar pertanyaan.
·         Daftar yang mencerminkan perntayaan
·         Mengkonsturksi daftar pertanyaan, kita harus mngadakan freetes dan menguji, untuk mendapatkan masukan dan saran
·         Kemudia kita membuat koreksi dari hasil freetes, kemudian baru kita evalusi untuk menyusun daftar pertanyaan
·         Kita fikir sedalam-dalamnya tentang daftar pertanyaan, misalkan kita memposisikan diri kita sebagai responden apakah kita mengerti tentang pertanyaan tersebut. Intinya membuat pertanyaan yang dipahami oleh seluruh responden. yang membuat pertanyaan yang belum tentu anda pahami. Karena pertanyaan yang dibutuhkan harus benar-benar operasional.
·         Menentukan pertanyaan mana yang ditanyakan duluan. Contoh didaftar pertanyaa, ada data dasar, misalnya usia, ada pertanyaan berdasarkan jenis kelami dll. Mana yang lebih awal, tergantung peneliti utuk mengeskplornya. Karena ada beberapa pertanyaan yang terkadang sudah terjawab sendiri.

E.    Bentuk Bentuk Pertanyaan :
1)     Pertanyaan Berstuktur (Highly structure)
Pertanyaan yang sudah pola jawaban. Contoh pertanyaan yang menggunakan jawab iya/tidak.
“apakah perkuliahan kelas CDH dilaksanakan jumat pagi ?”
a.     Ya
b.    Tidak

Keuntungan jenis pertanyaan seperti ini mudah diolah jawabannya. Namun negatifnya ada juga yakni, kita sudah menyusuh orang untuk memilih jawabawan yang ada padahal belum tentu jawabannya ya atau tidak.
·      Suatu bentuk pertanyaan dimana responden tidak diberi kesempatan untuk menjawab selain jawaban yang telah disediakan.
·      Semua alternative jawaban yang tersedia termasuk kategori lain-lain dan tidak tahu
·      Jangan ada kategori jawaban yang tumpang tindih

2)     Pertanyaan setengah berstruktur (semi structure)
Contoh pertanyaanya adalah
“apa alasan anda masuk IPDN ?”
a.     Memenuhi keinginan ortu
b.    Ingin menjadi PNS
c.     Ingin kuliah gratis
d.    Masa depan lebih terjamin
e.     Lain-lain………………………………………….
Ada pilihan jawaban, dan disediakan kolon mengisi jawaban yang lain diluar pilihan jawaban
3)     Pertanyaan terbuka (open-ended)
Pertanyaan yang menggunakan jawaban titik-titik, tidak ada pilihan jawaban. Contoh pertanyaanya adalah
“ jam berapa perkuliahan dilaksanakan ?”………………….

Responden diberikan kesempatan memeberikan pendapat sesuai dengan jawabannya sendiri
Contoh :

“Menurut pendapat saudara cara terbaik apa yang harus dilakukan untuk menanggulangi kemacetan di makassar ?”

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More