Tuesday, April 30, 2013

TEKNIK PEMBUATAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN




1.     Peraturan Perundang-Undangan
Peraturan tertulis dibuat pejabat berwenang bersifat mengatur dan memaksa yang berlaku umum.

2.     Cara Mengidentifikasi Pejabat Berwenang
a.     Preaiden > UUD 1945
b.    Menteri > UU Kementrian Negara
c.     UU Pemda
1)     kewenangan atributif > kewenangan asli (bedasarkan undang-undang. Contohnya : gubernur mengangkat bupati)
2)     kewenangan delgatif > kewenangan asli yang diberikan kepada pihak lain di organisasi yang bersangkutan tertulis
contohnya : menteri memberikan kewenangan kepada sekjen untuk mengangkat pejabat eselon I
3)     Kewenangan tidak tertulis > kewenangan yang diberikan tapi sifatnya tidak tertulis (mandat)
Jenis peraturan perundang-undangan :
a)     Baca TAP MPRS XX/1996
b)    TAP MPR III/2000
c)     UU No. 10 Tahun 2004
d)    UU No. 11 Tahun 2011/ UUD 1945, TAP MPR, UU, PERPU, PP, PERPRES, PERDA

3.     Asas Peraturan Perundang-Undangan
a.     Peraturan lebih tinggi menjadi dasar acuan peraturan di bawahnya
b.    Peraturan yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang ada diatasnya atau peraturan yang lebih tigggi
c.     Apabia bertentangan , peraturan yang lebih rendah batal demi hukum (diangap tidak pernah ada)
d.    Untuk peraturan yang mengenai kurungan, pidana tidak boleh retroaktif atau berlaku surut

Isi peraturan perundan-undangan > materi mutan > hetonderwrb > tidak boleh bertentangan dengan nilai kepatutan agama dalam masyarakat

4.     Tingkat Peraturan Perundang-Udangan
a.     Grondnorm (Norma Dasar), pembangunan pancasila
b.    Konstitusi (hukum dasar) undang-undang 1945 (syarat ketat untuk perubahannya)
c.     Peraturan perundang-undangan uu kebawah
d.    Kewenangan membuat materi muatan peraturan perundang-undangan, sosialiasi pembahan RUU, Prolegnas, RUU, Prolegda
·         Undang-undang > lembaran Negara > LN dan TLN (Tambahan Lembara Negara)
·         Perda > Lembaran Daerah > LD  dan TLD (Tambahan Lembaran Negara)
·         Pembentukan peraturan perundang-undangan adalah proses pembuatan peraturan perundangn-undangan yang pada dasarnya dimulai dari
a.     Perencanaan
b.    Penyusunan
c.     Pembahasan
d.    Pengesahan
e.     Perumusan
f.     Pengudangan
g.    Penyebarluasan
·         Pasal 2 angka 1 uu no 12 tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan  
·         Undang –undangn berlaku pada saat di udangakan
·         Perda atau peraturan dan sebagainya diuandangkan dalam lembaran daerah, selain undang-udang seperti peratuan gubernur diundangan dalam bertita daearah
·         Undang-undang diundangkan dalam lemabaran Negaraselain undang-undang seperti perpres diundangkan dalam bentuk berita nagara
·         Peratuan perundang-undangan
Peraturan tertulis yang memuat norma hukum yang mengikat secara hukum yang ditetapkan lembaga berwenang melalui prosedur yang ditetapkan

5.     Ciri-Ciri Peraturan Perundang-Undangan
a.     Keputusan tertulils (memilki bentuk)
b.    Ditetapkan pejabat berwenang
c.     Aturan tidak baku
d.    Bersifat umum
e.     Berlaku secara terus menerus sampai dicabut atau diubah

·         Perbedaan Keputusan Dengan Peraturan
1)     Peraturan sifatnya umum, misalnya kata-kata yang menngunakan kata barang siapa, setiap warga Negara
Contohnya adalah : peraturan bupati
2)     Keputusan (beschikking) sifatnya individual jalurnya keberatan pada peraturan maka harus ke MA, MK, keberatan kepada keputusan ke peradilan tata usaha Negara (PTUN)

6.     Jenis Norma
a.     Suruhan (Impare/gebod/perintah)
b.    Larangan (prohibire/verbod)
c.     Kebolehan (permitted/mayer)

·         Fungsi Hukum > Melindungi kepentingan masyarakat, kelompok dan Negara
·         Tujuan Hukum > Tercapainya ketertiban dalam masyarakat
·         Contohnya : setiap orang(subjek hukum) wajib(operator norma) membayar pajak(objek norma) setiap tahun(kondisi norma)
·         Landasan penyusunan peraturan perundang-undangan

Landasan Filosofis (Filosopishe Grondslag)
Landasan Sosiologis (Sosiologische Grondslog)
Landasan Yuridis/ Politis
Ø  Cita kebenaran (idedewarheld)
Ø  Cita keadilan
Ø  Cita kesusilaan
Sesuai dengan kesadaran masyarakat atau keyakinan umum
Formil : Kebenaran
Materil

·         Contoh konsideran :
Menimbang : a. alasan mengapa suatu peraturn perundang-udangan perlu dibuat
 b. dan c. Dan seterusnya
·               Asas Materi
1)       Pengayoman
2)       Kemanusiaan
3)       Kebangsaan
4)       Kekeluargaan
5)       Kenusantaraan
6)       Bhineka tunggal ika
7)       Keadailan
8)       Kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintah
9)       Ketertiban dan kepastian hukum
10)    Keseimbangan, keserasian, dan keselarasan

·         Suatu peraturan perundang-undangan pada dasarnya adlah bagian dari hukum, hukum tertulis yang bertujuan untuk mengatur dan melindungi masyarakat.
·         Teknik peraturan perundang-undangan meliputi perencanaan sampai pengundangan dan sosialisasi

7.     Tahap Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan
a.     Tahap perencanaan
Bedasarkan program legislasi nasional (prolegnas) yang menurut ketentuan pasal 1 angka 9 No.12 tahun 2011 disebutkan program legislasi nasional adalah instrument program pembentukan undang-undang yang disusun secara terencana, terpadu dan sistematis

Dalam penyusunan prolegnas, penyusunan daftar RUU disarkan atas :
1)     Perintah UUD 1945
2)     Perintah TAP MPR
3)     Perintah UU lainnya
4)     System perencanaan pembangunan nasional
5)     RPJP Nas
6)     RPJM
7)     Renja dan Renstra DPRD
8)     Aspirasi dan kebutuhan masyarakat

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More