Friday, May 10, 2013

KENAIKAN PANGKAT PEGAWAI



1.     Pengertian Formasi
Formasi itu adalah kebutuhan yang tersedia, dengan kata lain adalah lowongan. Formasi itu disusun bedasarkan volume dan jenis Pekerjaan. Volume adalah jumlah banyaknya pekerjaan, banyak sedikitnya pekerjaan yang dilakukan. Jenis Pekerjaan adalah spesifikasi pekerjaan . spesifikasi adalah keahlian.
Berikut tahapan dalam penerimaan pegawai :
1)       Bedasarkan formasi itu maka menentukan berapa banyak yang dapat diterima dan ijasah apa saja yang dierima.
2)       Setelah itu diketahui dan diajukan permintaan ke Kemenpan (Kementrian Pemberdayaan Aparatur) dan KemenKeu (Kementrian Keuangan) karena  Kementrian Keuangan yang mengetahui kekuatan anggaran untuk belanja pegawai serta menyusun anggaran untuk belanja pegawai.
3)       Setelah disetujui oleh Kemenpan dan Kemenkeu. maka harus dilakukan pengumuman oleh unit pengusung. Diumumkan di media ,baik elektronik maupun media cetak. Media cetak harus ada dua yakni Koran local dan Koran nasional. Dapat juga lewat radio, televisi, dan ditempatkan di papan pengumuman pemerintah daerah.
4)       Setelah itu dibentuk atau diadakan panitia seleksi. Syarat untuk bisa diangkat sebagai pegawai yaitu berusia diatas 18 tahun (minimal 18 tahun), dan maksimal 35 tahun. Yang menentukan diterimanya atau tidak adalah badan kepegawaian daerah setempat.
5)       Setelah masuk atau lolos seleksi pegawai dan berkasnya memenuhi syarat maka akan diberi kode TMT. Saat itu sudah diangap sebagai pegwai dan berkasnya dibawa ke tempat pengusul. Jadi BKN hanya tinggal memeriksa, kemudia baru dibuatkan SK (Surat Keputusan).
6)       Setelah orang menjadi pegawai harus ada SK pengangkatan. Pengangkatan pertama adalah cpns, masanya (masa kerjanya) adalah 1 tahun dan maksimal 2 tahun.
7)       Untuk beralih dai CPNS menjadi PNS / agar dapat menjadi PNS maka harus mengikuti latihan Prajabatan. Untuk golongan II (dua) sekitar 3 minggu. Di tanda persetujuan BKN itulah, diberikan Nomor Induk Pegawai.
( Dulu setiap NIP pegawai menyesuiakan dengan departemennya. Misal Departemen Dalam Negeri diberikan nomor 01 dan Departemen Luar Negeri 02 dst. Sekarang ini tidak diterapkan lagi karana banyak terjadi kecurangan pegawai merubah tahun kelahirannya untuk menghindari cepat pensiun).
8)       Setelah ada SK, maka diangkat sebagai PNS dengan syarat lulus Prajabatan.
9)       Kalau orang sudah mempunyai SK maka setelah itu akan dihitung masa kerjanya sampai pensiun.
10)    Setelah itu baru kenaikan pangkat. Kenaikan pangkat ada 2 (dua) yakni Reguler dan Pilihan.
a.     Regular artinya kenaikan pangkat secara normal yakni bagi pegawai yang tidak punya jabatan dengan kata lain dalah staf. Naik pangkatnya 4 tahun sekali.
(Tidak naik jabatan itu ada dua karenan tidak di suka atau karena factor dirinya sendiri. Kemudian naik jabatan juga syaratnya DP3nya baik, kemudian nilai kesetiaannya tinggi. Setiap ijasah itu ada batas pangkat. D3 tidak boleh melebihi pangkat Golongan III C. S1 tidak boleh melebihi pangkat atau  tidak melampaui pangkat Golongan IV D. Jika  SSTP menjabat lurah, maka paling tinggi Golongannya III D. jika sudah tamat S2 maka jika menjadi kadis pangkat paling tinggi Golongan IV C, kalau di Provinsi Golongan IV D.

NOTES :
Eselon terendah itu Eselon 4D. adapun terendah di bawahnya adalah Eselon 5A, dan itupun hanya Kepala Tata Uasaha di sekolah-sekolah. Urutan Eselon terendah sampai tertinggi adalah
Eselon 4A, Eselon 3D, Eselon 3A, Eselon 2B, Eselon 2A, Eselon 1B, Eselon 1A.
·            Eselon 4B hanya ada dikelurahan. Biasanya di Seklur atau jabatan di bawah Lurah.
·            Eslon 4A itu adalah Lurah, Kasi Di Kecamatan, Kepala Seksi Di Dinas, dan Kasubag di secretariat.
·            Eselon 3B adalah Sekretaris Camat, Kabid Dinas, Kabid pada Badan.
·            Eselon 3A adalah Camat Sekretaria Dinas, Sekretaris Badan, Kabag Pada Kantor Gubernur, Kepala Kantor Di Kabupaten, Kepala Satpol Pp, Kelapa Rumah Sakit Tipe C.
·            Eselon 2B adalah Kepala Dinas di Kab/Kota, Kepala Badan di Kab/Kota, Para Asisten di Kab/Kota, Staf Ahli, Kepala Biro Di Biro Gubernur.
·            Eselon 2A adalah Sekda di kota/kab, semua Kepala Dinas dan semua Kepala Badan
·            Eselon 1B adalah Sekda Provinsi
·            Eselon 1A adalah Dirjen Sekjen, Balitbang
·            Perguruan tinggi tidak ada eselon.
·            Menteri adalah pejabat Negara.

Kalo Eselon 4A batas maksimal pangkatnya adalah Golongan III D.
Kalau Eselon jatah pangkatnya Golongan IV A.
Eselon 3A adalah camat dsb, jatah pangkatnya tidak boleh melebihi Golongan IV B.

Orang yang pangktanya Satu tingkat dibawah pangkat jabatannya misalnya Staf Golongan III A yang diberikan jabatan Seklur (Golongan III B), Syarat nya ada 2 (Dua) :
a)     Minimal 1 (Satu) Tahun Dalam Pangkat
b)    1 (Satu) Tahun Dalam Jabatan

Contoh :
Seorang Purna Praja tamat dari IPDN Tahun 2014 pada bulan Agustus atau September maka pangkatnya adalah Golongan III A
Untuk bisa naik Jabatan Lebih Tinggi maka harus minimal 2 (Dua) tahun dalam jabatan yang dipangku.
Untuk bisa Dipercapat Naik Pangkat, kalau orang itu menduduki jabatan, jika pangkatnya dibawah satu tingkat dibawah syarat pangkat jabatan.

Contoh :
a)   DIANGKAT menjadi Golongan III A pada Bulan OKTOBER 2014
b)   DIBERI JABATAN SEKLUR (Golongan III B) pada Bulan DESEMBER 2014
c)   JADI NAIK PANGKATNYA adalah pada Bulan APRIL 2016 (dari Golongan III A menjadi Golongan III B)
d)   DAN 1 (SATU) TAHUN DALAM JABATANNYA pada Bulan DESEMBER 2015
e)   Kemudian DIBERI JABATAN LAGI sebagai LURAH, maka SAYARATNYA adalah minimal 2 TAHUN DALAM JABATAN
f)    pada Bulan DESEMBER 2015 menjadi SEKLUR maka harus menjadi SEKLUR sampai bulan DESEMBER 2017 kemudian baru bisa diberi jabatan LURAH
g)   Jika pada Bulan APRIL 2016 pangkatnya Golongan III B maka NAIK PANGKATNYA menjadi Golongan III D pada Bulan OKTOBER 2018  

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More